6 Tips Membantu Anak Korban Perceraian

Agen Bola Terpercaya
Taruhan Bola

StarbetZone.com РAnak korban perceraian perlu mendapatkan perhatian penuh supaya bisa hidup tanpa beban. Setiap pasangan suami istri pasti menginginkan kehidupan perkawinannya langgeng. Tetapi bagaimana jika seorang pasangan menghadapi suatu masalah dan perceraian menjadi satu-satunya cara untuk mengatasi masalah tersebut? Tentu saja semua anggota keluarga akan merasakan kesedihan terutama  anak-anak. Anak akan mengeluarkan berbagai reaksi; sedih, depresi, marah, takut, merasa dikucilkan, bahkan susah tidur. Anak-anak merasa bahwa mereka kehilangan perhatian dan merasa diabaikan oleh orang tua. Namun, sebagai orang tua yang bijak, sebaiknya anda mencari solusi terbaik agar dapat meminimalisir dampak perceraian bagi anak. Para ahli membagi berbagai strategi pendekatan agar anak dapat menerima perceraian.

  1. Menjaga kehidupan supaya tetap normal. Perceraian tentunya banyak berpengaruh pada kehidupan anak entah pada kehidupan sekolahnya, kehidupan sosialnya, kehidupan di rumah, dan juga aktifitas baru. Seorang psikolog, Karen Buscemi, menyarankan agar anak korban perceraian tetap menjalankan aktifitas yang sama sebelum dan sesudah orang tuanya bercerai, seperti tetap belajar di sekolah yang sama, teman-teman yang sama, dan melakukan kegiatan yang sama pula.
  2. Menciptakan suasana positif. Perceraian tentunya membawa pengaruh-pengaruh negatif, termasuk pada kata dan perlakuan yang tidak menyenangkan.  Anak-anak jangan sampai mendengar saat anda berdua cekcok, saling mengolok-olok, marah-marah, dan berteriak. Secara tidak langsung anak menjadi takut dan merasa ikut terlibat pada pertikaian anda berdua. Lebih baik anda mengungkapkan kesan negatif dengan bercerita kepada teman, keluarga, atau kepada terapis.
  3. Jujur dan terbuka. Ajak anak korban perceraian anda berbicara dari hati ke hati. Orangtua kemudian menjelaskan secara perlahan dan halus tentang perubahan keluarga kepada anak dan bagaimana kehidupan anak selanjutnya setelah perceraian terjadi. Ajak anak anda mengungkapkan apa yang ada dipikirannya.
  4. Yakinkan anda akan tetap ada untuknya. Selama proses perceraian, yakinkan pada anak bahwa Anda akan selalu ada untuknya. Caranya tetap menjaga komunikasi dengan menelfon untuk menanyakan kabarnya beberapa kali seminggu. Yakinkan juga pada anak, bahwa anda akan selalu ada setiap ia membutuhkan.
  5. Jangan bersikap terlalu keras pada anak. Seringkali si kecil mengekspresikan rasa kecewa dengan berbagai perilaku negatif. Sebaiknya anda tidak bersikap terlalu keras kepada mereka. Perilaku semacam itu merupakan guncangan emosional karena perubahan dalam kehidupannya.
  6. Jangan libatkan anak terlalu jauh. Bersikaplah dewasa. Selesaikan persoalan yang anda alami dengan pasangan anda. Jangan sampai menggunakan anak sebagai penyampai pesan kepada pasangan. Anak korban perceraian akan merasa semakin bingung karena diposisikan ditengah-tengah konflik antara kedua orang tua mereka.